Adat Minang sebagai Pilihan Pernikahan

…susah sanang samo samo

Adat Minang merupakan salah satu prosesi yang sering dipakai untuk melangsungkan pernikahan. Mengenakan baju kurung dan Suntiang Gadang atau Tikuluak Talakuang di atas kepala pengantin wanita tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena bisa mengenakan hiasan kepala mewah yang merupakan tradisi leluhur.

  • Sunting Gadang

Zaman dahulu, cara memakai suntiang adalah dengan mencancapkan satu persatu ke rambut. Seiring perkembangan, sekarang suntiang banyak dibuat menyerupai bando dan tak jarang bentuknya sudah dimodifikasi. Pada umumnya, sunting/suntiang berwarna emas atau perak dan diberi aksen warna lain juga.

Sampai sekarang, suntiang masih identik dengan kata “berat”. Hal ini menjadi sangat wajar karena suntiang terbuat dari lempengan logam yang disusun sedemikian rupa hingga berbentuk hiasan kepala dan beratnya bisa mencapai tujuh kilogram!

Suntiang yang berat ini, melambangkan kesiapan seorang wanita dalam bertanggung jawab untuk menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya nanti.

  • Baju Kurung

Baju kurung, secara harfiah adalah baju berpotongan longgar yang panjangnya sampai ke lutut. Baju kurung sebenarnya adalah baju sehari-hari masyarakat minangkabau, tetapi baju jenis juga dipakai saat pernikahan. Yang membedakannya, baju kurung pengantin minangkabau terbuat dari kain beludru yang dijahit menggunakan benang dan hiasan berwarna emas.

Baju pengantin ini syarat akan makna yaitu sebagai seorang calon ibu, anak daro terkurung dan dibatasi oleh aturan yang sesuai dengan agama Islam dan adat Minangkabau, sehingga ia harus bisa menjaga diri dan nama baik keluarganya.

  • Tikuluak Talakuang

Di daerah Koto Gadang, anak daro (pengantin perempuan) tutup kepala menyerupai selendang yang dinamakan Tikuluak Talakuang. Aksesorinya sendiri berupa perhiasan kalung bertumpuk di dada mulai dari kalung cakiek, kalung dukuah, kalung keroncong hingga kalung dirham. Sementara gelang garobah ukuran besar dan gelang-gelang kecil seperti gelang rantai emas, gelang marjan, gelang pilin kepala bunting hingga gelang kareh emas, indah menghiasi pergelangan tangan. Lentiknya jari-jemari pun tak luput dari kilau keemasan dengan kehadiran barisan cincin mato berlian, cincin mato tujuh, cincin mato lima, cincin belah rotan dan cincin kankuang.


Sudah mempersiapkan pernikahan adat Minang impianmu? Kirana Wedding Planner siap menjadi partner dalam mewujudkannya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *